(+) Ndo, piye sido tah ?
(-) Pirose njaluke
(+) Limang atus ewu
(-) Beli !!!!!! sing penting awakmu iyo, aku yo iyo.
(+) Yo wis, saiki takwenehi porskot sek yo.
(-) Sip. Mene parani karo aku.
Sepenggal cerita ketika hatiku sudah menggebu untuk mendapatkan sebuah sepeda. Yang ternyata sepeda yang menarik hatiku itu bernama Raleigh. Akhirnya ketika waktu tlah tiba kutebus setelah melalui sebuah mego yang alot disepakati harganya 450 rb per biji, lalu kuambil juga sepeda itu di sebuah pengepul rombeng / rosokan di salah satu sudut kota Surabaya. Dengan perasaan girang bercampur deg-degan karena aku juga masih ragu apa benar murah / terlalu mahal untuk sebuah sepeda, namun karena sudah bulat untuk mendapatkannya ditambah pula dengan Fernando yang juga lagi menggebu, kubayar juga di malam hari itu (dapat sepasang sepeda yang ternyata akhirnya baru kuketahui bahwa dua – duanya bermerk Raleigh).
Alhamdulillah,
Mulai kulalui jalan – jalan yang ramai dengan menaiki sepeda tanpa lupa untuk menyebut Basmalah. Di sepanjang jalan tanpa henti – hentinya Fernando tertawa melihat penampilanku yang katanya seperti tukang pijat keliling. Maklum habis sholat Maghrib masih memakai kopyah trus berangkat. Dan ternyata Fernando nakal ( bagaimana nggak nakal kalau sepedanya nggak dinaiki sampai rumah tetapi hanya dikendarai -+ 200 m dititipkan di rumah yang katanya adalah seorang teman ). Tetapi biarlah itu kan Fernando bukan aku (jarak rombeng dengan rumahku -+ 1 km sedang rumah Fernando -+ 6km). Lega hatiku setelah sampai dirumah, tapi dengan hati berdebar kuatir istri akan tanya, Lho mosok sepeda ngene ae sampai 450 ribu ? Tapi apa yang kukhawatirkan rupanya nggak terjadi, malah istriku dan istri Fernando tertawa – tawa melihat aku pulang naik sepeda kebo / unta / antik / kuno (apapun namanya). Setelah periksa sana sini di sekitar sepeda akhirnya kutemukan kode nomornya R 103092. Lega rasanya karena menurut cerita yang beredar (pada umumnya) sepeda itu pastinya ada merk dan nomor serinya. Semalaman kuperhatikan terus Raleigh ku sampai mata ini benar – benar kantuk mulai menyerang. Dengan perasaan NANO2 pastinya besok di kantor akan terjadi sebuah pembicaraan seputar sepeda, mengingat di kantor sudah ada teman yang punya sepeda, dan ternyata sampai sekarang pun belum pernah dipakai untuk acara (event per-onthel-an) namun hanya dipakai berputar – putar sekitar perumahan yang katanya juga mempunyai sepeda berjumlah 4 buah. Akan tetapi NO REKEN………………….
Esok harinya kubilang pada Fernando bahwa aku mengingatkan sebuah janji bila sudah punya sepeda tidak hanya untuk sebuah pajangan akan tetapi harus mau ikut acara (event per-onthel-an). OK beres bossss…….. ucapnya. Sip lah sekarang puas aku tinggal bagaimana caranya mencari waktu buat latihan (bahasanya: ngetrend / ngetes sepeda). Apa masalahnya selesai cukup disini ?????. Tidaaaaaaaaaaak, Aku lupa kalau sepedanya belum diservice, sambil tersenyum kecut aku mentertawakan diriku sendiri yang lupa kalau apa sudah siapkah sepedaku untuk dipakai ? Hhhhhmmmmmm akhirnya esok pagi datang juga. Sesampainya di kantor mulailah perbincangan seputar sepeda yang dimulai dari mana dapatnya, hingga sampai berapa harganya, tak ganti aku yo, dlll (seru bangettttttttt). Dimulailah saat itu hingga sekarang akhirnya setiap hari pastinya ada saja berita tentang sepeda.
Setelah sekian lama akhirnya baru kumenyadari kalau sepedaku belum komplit, aku mulai berburu klithikan, dari yang hanya mencari lampu sampai dengan semua perlengkan yang lainnya (penginnya sih selengkap mungkin). Dalam waktu -+ 1 bulan mulailah aku ikut acara kumpul bareng teman di sekitar rumah yang kebetulan di situ berada sebuah komunitas sepeda, BASOKA namanya. Hari demi hari kulalui hingga akhirnya sampai dengan sekarang banyak teman – teman yang sering tanya sana sini seputaran sepeda (padahal aku merasa belum punya pengetahuan sepeda sama sekali namun aku nggak kuatir karena hampir setiap hari selalu kusempatkan untuk membaca sepeda.wordpress.com) sehingga lama – kelamaan tambah juga pengetahuanku tentang sepeda. Ya Alhamdulillah ternyata tanpa kusadari sepeda.wordpress.com sangat banyak memberikan pengetahuan mengenai sepeda.
Hari demi hari kulalui dengan sobatku, menjelang pagi di hari Sabtu dan Minggu sesudah sholat Subuh kusempatkan selalu walau hanya sebentar untuk ngonthel bareng dengan sobatku ini. Yang perlu diacungi jempol baginya adalah tanpa pernah ogah buat ngonthel (dari rumahnya -+ 6km dan -+ 0,5 jam lamanya waktu) untuk start bersama. Semakin lama makin nampak pula perubahan dalam sepedaku hingga aku makin sayang. Biarpun nggak sebagus punya orang – orang yang kelihatannya mampu / berduit, pernah juga ditawar orang meski kalau dihitung sudah mendapatkan keuntungan namun pantang bagiku menjualnya. Semoga jangan pernah rewel ya,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Dan tak terhitung lagi sudah berapa kali mengikuti even per-onthel-an bersama sobatku ini, hingga tak bosannya pasti kulewatkan hari – hari liburku (Sabtu dan Minggu) dengan acara ngONTHEL bareng. Sampai sekarang sudah banyak kenal dengan teman baru gara – gara sepeda mulai dari yang masih kecil, muda hingga yang tua, dari yang masih cari2 sepeda, yang (menurutku) pemula hingga yang sudah pakar sepeda. Tak lupa banyak juga kenalan dengan penjual klithikan sepeda yang aliran hitam (tega berkata nggak jujur tentang asal usul barang hingga sampai tega ngerjain pembeli) dan yang aliran putih ( berkata apa adanya pada pembeli). Tanpa terasa akupun merasa banyak nambah ilmu dari sepeda ini. Aku berdo’a semoga pengetahuanku (yang masih tahap belajar ini) dapat bermanfaat bagi yang lain dan juga mudah – mudahan banyak teman yang mau menularkan pengetahuannya kepadaku serta sesama penggemar (tentunya) lainnya.
Keterangan (gambar di bawah adalah sepeda setelah dilakukan penggantian onderdil-sadel, setang, pedal, lampu dan Dinamo BOSCH disimpan)

Tampak samping (sadel Gazelle, Dinamo BOSCH, Piringan ori, slebor depan & belakang ori, lampu variasi sendiri)

Tampak belakang

Tampak depan. ( setang tidak ori – yang ori disimpan karena bila dipakai bagiku kurang nyaman)

Piringan Raleigh

Sadel dan kunci Gold Deer

The Raleigh Nottingham England

No. Seri R 103092