?Sepeda (HERO)

Oktober 21, 2008

Sepeda ini didapat di pinggir jalan sepulang dari pasar Sepeda. Setelah hampir seharian nongkrong di pasar sepeda terlihat ada orang membawa sepeda (digendong / dibonceng sepeda motor karena kondisinya mengenaskan). Perlahan kuamati sekelebat kumelihat penampakan bayangan sebuah sepeda dan singkat cerita setelah OK (cocok barangnya) langsung dituntun dibawa pulang. Padahal sepeda ini gak tahu apa benar merknya Hero / yang lain (sesuai judul). Tapi karena akunya gak melihat merk (aku suka pada sepeda apapun merknya darimana asalnya apapun negaranya, asal tidak merepotkan aku dan siap dipakai/ digenjot)  asal aku suka dengan sepedanya pastinya pingin. Nah ternyata harganya pun kekeluargaan. Namun sayang di saat baru didapat lupa difoto, ingat setelah selesai dipreteli dibawa ke Surabaya, lalu distel ulang baru ingat bahwa ini perlu didokumentasikan.

Tulisan FISCAL Made In England

Sadel hibah dari teman Bapak (di Kudus)

No. Seri DG 2818

Tutup roda belakang hibah dari teman Bapak (di Kudus), katanya sih dari sepedanya merk SIMPLEX tp sudah laku 

Kunci WING

Emblem merk HERO juga hibah dari teman (Mr. X- ma’af harus dilupakan)

Piringan gear depan HERO + kattengkas bawaan dari sepedanya

Tampilan pertama kali di stel – Sadel BROOKS – Lampu BOSCH

Tampilan setelah dipakai acara Pasekgres 27 Juli 2008


Mencari sahabat asli Bandung (tidak ketemu 15 th)

Oktober 21, 2008

Seorang teman baru masuk hari itu di kelas I tepatnya di SMA Negeri 3 Kudus. Kira kira di tahun 1991. Ciri – cirinya adalah :

  • Berjenis kelamin perempuan.
  • Berkulit putih bersih.
  • Berambut lurus hitam kemerahan.
  • Tinggi dan berat badan ideal / atletis.
  • Bernama ASTRI KHRISWATIE dan berteman akrab /sahabat (duduk sebangku) dengan SITI beralamatkan di desa nJepang Kudus.
  • Saat itu aku duduk sebangku dengan BIWIN dan kami bersahabat dengan TEGUH SUNOTO.
  • Bersama sang kakak saat itu menjadi atlet Tenis Meja dibawah naungan PT. DJARUM Kudus.
  • Saat itu kost di daerah Kramat / belakang SMP Negeri 1 Kudus.
  • Mempunyai saudara / kakak yang sudah berkeluarga beralamatkan di daerah sekitar belakang Masjid Menara Kudus.
  • Tanggal lahirnya adalah (kalo ndak salah inget) 07 September.
  • Alamat terakhir saat kirim surat kalo ndak salah alamatnya Kantor YPP……(nggak inget) Jl. Dipati Ukur No…….(nggak inget lagi) Bandung serta alamat rumah Jl. Buah Batu No……. Bandung.
  • Kembali pindah keluar dari SMA Negeri 3 Kudus tahun 1992 / 1993.
  • Sampai dengan sekarang sesama teman alumni tidak ada yang mengetahui keadaan sekarang di mana.

berkenaan tsb diatas, guna untuk kelengkapan administrasi masalah reuni / sekedar korespondensi sesama alumni SMA Negeri 3 Kudus ( kalo bisa kan jangan sampai putus hubungan antar sesama teman ) mohon kepada pengunjung Weblog saya ini yang sekiranya dapat membantu menemukan teman saya tsb dapat menghubungi saya dengan cara mengisi komentarnya. Demikian saya ucapkan terima kasih.


PhillipS (Ba2tan-Ponorogo)

Oktober 16, 2008

04102008 (ditulis 16102008)

Setelah semalaman bertempur melawan rasa gerah / panas dan gelap (maklum listrik padam), kiranya tepat jam 04.15 mulai kuobati rasa kantukku yang sudah menyerang sedari listrik padam. Ternyata belum selesai juga “penderitaanku”, tepat jam 06.30 tidurku mulai terusik oleh istriku tercinta yang membangunkanku seraya kepada anakku juga. Dan apa yang terjadi, rupanya listrik belum juga hidup. Karena samar2 kudengar kalau mertua omong mau segera bergegas ke Pandak buat ngungsi (mandi dan berbenah buat persiapan acara Reuni Keluarga Lebaran 1429 H), akhirnya dengan mata masih mengantuk bangun juga aku dari peristirahatan. Kumulai langkahku untuk sekedar membersihkan mobil dan juga memanasi mesin hingga mulai kukeluarkan dari garasi.  Setelah segala sesuatu dirasa beres dengan raut muka yang masih acak2an (maklum hanya cuci muka doang semua keluarga 7 orang terkecuali ibu mertua yang mandi) lalu berangkat ke tempat yang dituju.

Sesampai disana kulampiaskan rasa gerah, panas, kantuk dmm yang terasa dengan berlama – lama di kamar mandi (Waaaaaaaahhhhhhhhhhh,………………..sueegereeeeeeeeeeee reeeek). Setelah selesai semua, berangkatlah kami ke tempat tujuan di rumah Saudara yang berada di tengah kota Ponorogo (lupa nama kampungnya).

Setibanya disana sambil bercengkerama dengan semua sanak saudara (banyak yang diperbincangkan) hingga akhirnya aku mulai bertanya – tanya kepada Mas Nardji. “Mas, opo kene ono sing duwe sepeda kebo sing arep didol ?” Dengan enteng Mas Nardji menjawab “Ono dik, tapi sepedane gak payu, gak ono wong arep tuku, soale sepedane dukur”. Setelah bernego acara ke tempat si empunya sepeda, lalu seusai acara dimaksud aku (istri + anakku juga adik) berangkat ke Babatan. Setelah kujumpai, Wooooouuuw ternyata kumelihat sepeda tinggi dengan ukuran 60 cm. Tanpa basa – basi dan nego langsung deal lalu bayar dan lunaslah sepeda sampai ke tanganku. Tak lupa kuucap Alhamdulillah (karena semenjak libur lebaran 27092008 sampai dengan 02102008 di Kudus aku nggak menemukan apa2 di Pasar sepeda). Hingga sampai waktu 04102008 barulah mendapat sepeda yang sudah aku harapkan. Ya, memang yang namanya jodoh nggak akan kemana dan yang hanya berawal dari sebuah perbincangan malah langsung mandapatkan hasil, sedangkan waktu di Kudus yang setiap hari aku ke pasar sepeda malahan nggak mendapat apa2. Setelah berkemas hingga akhirnya sesampai dirumah saudara lalu mulai kunaikkan sepeda ke atas mobil dan dipasang terpal berangkatlah aku kembali ke Surabaya dengan perasaan senang.

Namun rupanya sampai di Madiun (di persimpangan rel kereta api) apa yang terjadi ? Adalah kemacetan yang luar biasa yang kutemui (jam menunjukkan 19.15 WIB). Hingga akhirnya 3,5 jam lamanya macet kulalui, kendaraan hanya bejalan maju -+ 1m lalu berhenti lagi sepanjang -+ 50 km. Sesampai Nganjuk jalan sudah mulai normal dengan kecepatan rata2 60 km/jam. Setelah masuk di Mojokerto (Trowulan) rasa kantukku mulai datang hingga akhirnya berhenti di sebuah Masjid yang cukup besar untuk tidur. Sekian lama setelah tertidur jam 02.10 WIB aku terbangun oleh suara kendaraan yang berlalu lalang dengan suara yang keras. Sejenak terdiam, lalu aku mengambil air wudlu buat melaksanakan sholat Isya’. Selesai sholat lalu perjalanan dilanjutkan kembali hingga sampai Surabaya pada jam 03.40. Tak lupa kuucap Alhamdulillah telah bepergian mulai berangkat dan sampai tiba kembali di rumah dengan selamat walaupun banyak kemacetan yang terjadi hingga adanya kejadian yang membuat kami sedikit shock yakni kecelakaan yang terjadi persis di depan mobil kami. 

Yach,….. memang beginilah hidup, walaupun punya keinginan yang memang jika belum digariskan sama yang diatas (Allah) meski dikejar pastinya nggak akan kesampaian tapi yang namanya rejeki tanpa diuber pun kalau memang saatnya pasti akan kesampaian juga. Semoga ada hikmah (bermanfaat) yang dapat diambil dari cerita ini. (OE Creative Design Prod)   

 Disandingkan dengan Raleigh-ku

Piringan YY

Gambar sepeda utuh

No. rangka ( ngga jelas)

Rem belakang

PhillipS Birmingham


Kisah Seorang Teman (punya Mertua yang baik hati )

September 3, 2008
Suatu ketika di kantor terdapat seorang teman baru yang berasal dari Kantor Pusat. Sebut saja namanya Vt. Setelah sekian lamanya (-+ 2 bulan) rupanya mulai terjangkiti virus sepeda onthel / kebo / onta (apapun namanya). Begini sepenggal ceritanya :

Cok, Mertua ku duwe sepeda merknya UNION, katanya sih buatan Belanda, tapi nggak ngerti tahun berapa. Trus sepedanya itu kelihatannya nggak dirawat, karena selain mertua sudah tidak sempat juga sudah jarang dinaiki. Sekarang ini sepedanya pun hanya tergeletak di bawah tangga lantai atas dan kotor lagi. Nah, setelah banyak cerita lalu kupastikan bahwa sepeda ini pastinya barang langka karena baru dengar (padahal belum lihat sendiri seperti apa sepedanya) dan tentunya dugaanku juga barang ini kuno (biarpun belum tahu tahun berapa). Singkat cerita akhirnya kuputuskan untuk memberikan rujukan ke Vt agar sepeda tsb diminta saja dari sang mertua. Apa ceritanya segampang itu ?  Tentu tidak. Kemudian mulai disusun berbagai obrolan cerita tentang sepeda (dirayu). Cok, pokoke awakmu + Nando kudu gelem (iso) bantu aku agar dapat sepedanya Mertua. Setelah Vt banyak cerita pada sang mertua yang dimulai dari punya teman (Aku dan Nando) yang tahu (masih dalam tahap belajar) sepeda sampai dengan cerita sepedaku (ada 3) dan sepedanya Nando (ada 6) akhirnya dengan ketulusan dan legowo sepeda lalu berpindah tangan. GRATISSSSSS lagi. Padahal cerita yang beredar di keluarga, anak anak mertua itu banyak yang meminta sepeda tsb, namun nggak dilepas tapi memang kalau jodoh nggak akan kemana. Dan yang lebih terharu lagi, karena sepedanya nggak muat dimasukkan ke mobil Vt, akhirnya malam harinya sepeda itu diantar oleh orang lain suruhan mertua. 

Itulah sepenggal cerita asal usul mendapatkan sepedanya.

Sesampai di rumah mulailah sepeda di bersihkan serta diolesi minyak hingga akhirnya bannya diganti dengan warna hitam putih ( yang lama katanya kurang galak). -+ 2 bulan akhirnya aku + Nando diajak oleh Vt ke rumahnya untuk menjenguk Sepeda tsb. Apa yang terjadi, Wa tha tha tha tha tha…………………………… Masya Allah. Ndo aku baru tahu sepedanya ternyata lebih bagus daripada yang diceritakan Vt, kataku pada Nando. Dan yang nggak terduga juga terjadi, nggak tahunya disaat lagi ngobrol sepeda itu sang mertua datang seraya menjemput sang cucu. Mulai lagi deh cerita sepeda, yang menurut keterangannya sepeda itu didapat dari Kantor Pusat Kongregasi Suster Suster SPM (Probolinggo Jawa Timur) -+ 15 tahun yang lalu. Dulunya ada 2 buah sepeda satu laki satu perempuan dan yang satu (laki) itu diberikan kepada seorang tukang (dulunya mertua adalah pemborong yang mengerjakan semua pekerjaan sipil di kantor tsb) selain itu juga sang mertua adalah aktivis gereja. Dan yang lebih kaget lagi sang mertua Vt itu katanya punya teman yang punya sepeda sampai segudang di kota Kediri. Dan setelah kusampaikan apa benar namanya AMIR FATAH (kutahu dari foto – foto KEDIRI) di WIWINAKED ternyata sangat benar sekali. Rupanya sang mertua Vt itu teman dekat dengan Pak AMIR FATAH Kediri.

Tanpa terasa jam menunjukkan sudah pada 13.30 WIB akhirnya kami kembali lagi ke kantor. Dengan harapan semoga sepeda dirawat dengan baik dan jangan sampai berpindah tangan ke tangan yang nggak benar. Serta mudah mudahan dengan bertemu sang mertua Vt, kami (aku + Nando) dapat membantu Vt menguatkan kepercayaan sang mertua Vt tentang sepedanya yang diserahkan ke Menantu adalah benar ( tidak dan jangan sampai disia-siakan).  Semoga bermanfaat bagi para pebaca.  

Keterangan gambar :

Ban warna hitam sepeda barusan didapat sedangkan warna hitam putih sepeda setelah didapat. Dan jangan lupa pelek, standard belakang serta spooke -nya juga original. 

Setelah diganti ban begini ni tampilannya

 

Sebelum diganti bannya

Tampak depan

Dinamo (sebelah kiri) UNION

Garpu depan (kabel lampu masuk dalam rangka)

Lampu belakang + logo U

No seri ( tahun berapa ya? ..............)

As pedal dan tangkainya UNION

Torpedo

Lampu UNION

Pedal UNION

 

 
 

 

 

 


Raleigh – ku

Agustus 29, 2008

(+) Ndo, piye sido tah ?

(-) Pirose njaluke

(+) Limang atus ewu

(-) Beli !!!!!! sing penting awakmu iyo, aku yo iyo.

(+) Yo wis, saiki takwenehi porskot sek yo.

(-) Sip. Mene parani karo aku.

Sepenggal cerita ketika hatiku sudah menggebu untuk mendapatkan sebuah sepeda. Yang ternyata sepeda yang menarik hatiku itu bernama Raleigh. Akhirnya ketika waktu tlah tiba kutebus setelah melalui sebuah mego yang alot disepakati harganya 450 rb per biji, lalu kuambil juga sepeda itu di sebuah pengepul rombeng / rosokan di salah satu sudut kota Surabaya. Dengan perasaan girang bercampur deg-degan karena aku juga masih ragu apa benar murah / terlalu mahal untuk sebuah sepeda, namun karena sudah bulat untuk mendapatkannya ditambah pula dengan Fernando yang juga lagi menggebu, kubayar juga di malam hari itu (dapat sepasang sepeda yang ternyata akhirnya baru kuketahui bahwa dua – duanya bermerk Raleigh). 

Alhamdulillah,

Mulai kulalui jalan – jalan yang ramai dengan menaiki sepeda tanpa lupa untuk menyebut Basmalah. Di sepanjang jalan tanpa henti – hentinya Fernando tertawa melihat penampilanku yang katanya seperti tukang pijat keliling. Maklum habis sholat Maghrib masih memakai kopyah trus berangkat. Dan ternyata Fernando nakal ( bagaimana nggak nakal kalau sepedanya nggak dinaiki sampai rumah tetapi hanya dikendarai -+ 200 m dititipkan di rumah yang katanya adalah seorang teman ). Tetapi biarlah itu kan Fernando bukan aku  (jarak rombeng dengan rumahku -+ 1 km sedang rumah Fernando -+ 6km). Lega hatiku setelah sampai dirumah, tapi dengan hati berdebar kuatir istri akan tanya, Lho mosok sepeda ngene ae sampai 450 ribu ? Tapi apa yang kukhawatirkan rupanya nggak terjadi, malah istriku dan istri Fernando tertawa – tawa melihat aku pulang naik sepeda kebo / unta / antik / kuno (apapun namanya). Setelah periksa sana sini di sekitar sepeda akhirnya kutemukan kode nomornya R 103092. Lega rasanya karena menurut cerita yang beredar (pada umumnya) sepeda itu pastinya ada merk dan nomor serinya. Semalaman kuperhatikan terus Raleigh ku sampai mata ini benar – benar kantuk mulai menyerang. Dengan perasaan NANO2 pastinya besok di kantor akan terjadi sebuah pembicaraan seputar sepeda, mengingat di kantor sudah ada teman yang punya sepeda, dan ternyata sampai sekarang pun belum pernah dipakai untuk acara (event per-onthel-an) namun hanya dipakai berputar – putar sekitar perumahan yang katanya juga mempunyai sepeda berjumlah 4 buah. Akan tetapi NO REKEN………………….

Esok harinya kubilang pada Fernando bahwa aku mengingatkan sebuah janji bila sudah punya sepeda tidak hanya untuk sebuah pajangan akan tetapi harus mau ikut acara (event per-onthel-an). OK beres bossss…….. ucapnya. Sip lah sekarang puas aku tinggal bagaimana caranya mencari waktu buat latihan (bahasanya: ngetrend / ngetes sepeda). Apa masalahnya selesai cukup disini ?????. Tidaaaaaaaaaaak, Aku lupa kalau sepedanya belum diservice, sambil tersenyum kecut aku mentertawakan diriku sendiri yang lupa kalau apa sudah siapkah sepedaku untuk dipakai ? Hhhhhmmmmmm akhirnya esok pagi datang juga. Sesampainya di kantor mulailah perbincangan seputar sepeda yang dimulai dari mana dapatnya, hingga sampai berapa harganya, tak ganti aku yo, dlll (seru bangettttttttt). Dimulailah saat itu hingga sekarang akhirnya setiap hari pastinya ada saja berita tentang sepeda.

Setelah sekian lama akhirnya baru kumenyadari kalau sepedaku belum komplit, aku mulai berburu klithikan, dari yang hanya mencari lampu sampai dengan semua perlengkan yang lainnya (penginnya sih selengkap mungkin). Dalam waktu -+ 1 bulan mulailah aku ikut acara kumpul bareng teman di sekitar rumah yang kebetulan di situ berada sebuah komunitas sepeda, BASOKA namanya. Hari demi hari kulalui hingga akhirnya sampai dengan sekarang banyak teman – teman yang sering tanya sana sini seputaran sepeda (padahal aku merasa belum punya pengetahuan sepeda sama sekali namun aku nggak kuatir karena hampir setiap hari selalu kusempatkan untuk membaca sepeda.wordpress.com) sehingga lama – kelamaan tambah juga pengetahuanku tentang sepeda. Ya Alhamdulillah ternyata tanpa kusadari sepeda.wordpress.com sangat banyak memberikan pengetahuan mengenai sepeda.

Hari demi hari kulalui dengan sobatku, menjelang pagi di hari Sabtu dan Minggu sesudah sholat Subuh kusempatkan selalu walau hanya sebentar untuk ngonthel bareng dengan sobatku ini. Yang perlu diacungi jempol baginya adalah tanpa pernah ogah buat ngonthel (dari rumahnya -+ 6km dan -+ 0,5 jam lamanya waktu) untuk start bersama. Semakin lama makin nampak pula perubahan dalam sepedaku hingga aku makin sayang. Biarpun nggak sebagus punya orang – orang yang kelihatannya mampu / berduit, pernah juga ditawar orang meski kalau dihitung sudah mendapatkan keuntungan namun pantang bagiku menjualnya. Semoga jangan pernah rewel ya,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, 

Dan tak terhitung lagi sudah berapa kali mengikuti even per-onthel-an bersama sobatku ini, hingga tak bosannya pasti kulewatkan hari – hari liburku (Sabtu dan Minggu) dengan acara ngONTHEL bareng. Sampai sekarang sudah banyak kenal dengan teman baru gara – gara sepeda mulai dari yang masih kecil, muda hingga yang tua, dari yang  masih cari2 sepeda, yang (menurutku) pemula hingga yang sudah pakar sepeda. Tak lupa banyak juga kenalan dengan penjual klithikan sepeda yang aliran hitam (tega berkata nggak jujur tentang asal usul barang hingga sampai tega ngerjain pembeli) dan yang aliran putih ( berkata apa adanya pada pembeli). Tanpa terasa akupun merasa banyak nambah ilmu dari sepeda ini. Aku berdo’a semoga pengetahuanku (yang masih tahap belajar ini) dapat bermanfaat bagi yang lain dan juga mudah – mudahan banyak teman yang mau menularkan pengetahuannya kepadaku serta sesama penggemar (tentunya) lainnya. 

Keterangan (gambar di bawah adalah sepeda setelah dilakukan penggantian onderdil-sadel, setang, pedal, lampu dan Dinamo BOSCH disimpan)

Tampak samping (sadel Gazelle, Dinamo BOSCH, Piringan ori, slebor depan & belakang ori, lampu variasi sendiri)

Tampak belakang

Tampak depan. ( setang tidak ori – yang ori disimpan karena bila dipakai bagiku kurang nyaman)

Piringan Raleigh

Sadel dan kunci Gold Deer

The Raleigh Nottingham England

No. Seri R 103092


Hello world!

Agustus 5, 2008

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!